Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Jadi Anda Ingin Menjadi Penulis?

Saya mendapat surat baru-baru ini dari seseorang yang ingin menjadi penulis. Dia berkata:

"Saya menjadi sangat frustrasi dengan diri saya sendiri karena, bahkan ketika saya sedang mengetik, saya berpikir, "Apa yang saya lakukan? Saya tidak bisa menulis!" Saya ingin tulisan saya diterbitkan suatu hari nanti, tetapi saya bahkan tidak tahu bagaimana memulainya."

Tidak ada daftar 7 langkah yang akan menjamin seorang penulis terbentuk dari non-penulis, tetapi berikut adalah beberapa saran, hal-hal yang selama ini bermanfaat bagi saya.

1. Menulislah!

Gambar: menjadi penulis

Jawaban klise mungkin adalah yang terbaik -- jika Anda ingin menulis, menulislah. Jangan berpikir tentang penerbitan dahulu. Dan, berhenti menilai diri sendiri dan kemampuan Anda. Jangan khawatir tentang tata bahasa dan ejaan dahulu. Tulis saja. Apa pun. Jurnal. Surat. Blog. Simpan buku catatan atau file komputer. Di dalamnya, tulis paragraf acak yang menggambarkan sesuatu yang pernah Anda lihat atau bayangkan. Catat ide atau koneksi yang muncul di benak Anda saat Anda membaca Alkitab.

Semua ini adalah praktik yang baik dan bahan sumber yang baik untuk Anda. Kadang-kadang saya menemukan selembar kertas acak di mana pada masa lalu saya menulis secara singkat pemikiran yang sekarang saya sudah lupa sama sekali. Tanpa kertas itu, hal tersebut akan benar-benar hilang. Sekarang, itu menyelinap ke dalam sesuatu yang saya tulis seolah-olah itu benar-benar baru hari ini.

2. Benamkan diri Anda dalam apa yang Anda kagumi.

Ketika Anda menemukan penulis yang Anda sukai, bacalah semua yang dapat Anda temukan dari orang itu. Pikirkan para penulis yang tulisannya menarik perhatian Anda, lalu benamkan diri Anda dalam karya mereka. Bagi saya, ada bermacam-macam. Akan sulit untuk memilih hanya beberapa, tetapi inilah contoh yang sangat acak: George Eliot, Charlotte Bronte, Edith Schaeffer, Elisabeth Eliot, P.D. James, Alexander McCall Smith.

Cara praktis dan sangat membantu untuk merasakan kualitas tulisan penulis lain adalah dengan menyalin frasa mereka yang Anda temukan saat Anda membaca. Kemudian, Anda tidak hanya secara pasif mengambil tulisan yang baik sebagai pembaca, Anda juga berlatih mengeluarkannya sendiri sebagai penulis.

3. Berlatih memperbaiki tulisan orang lain.

Saya pikir mengedit karya orang lain banyak manfaatnya untuk tulisan saya. Sebagai latihan, Anda dapat mengambil paragraf acak dari penulis lain atau diri Anda sendiri dan lihat seberapa banyak Anda dapat memotong dan tetap membiarkan paragraf yang bagus. Yang terpendek tidak selalu yang terbaik, tetapi yang panjang sering kali lemah. Lihat cara lain apa yang dapat Anda gunakan untuk membuat paragraf yang lebih bagus.

4. Bergabunglah dengan kelompok penulis.

Di perguruan tinggi, saya seharusnya mengambil jurusan Literatur karena saya suka membaca. Namun, literatur menuntut banyak menulis. Jadi, saya mengambil jurusan Pidato, supaya saya hanya berbicara, karena saya tidak suka menulis.

Ketika saya berusia akhir 30-an, seseorang di Bethel College meminta saya untuk menulis artikel yang sangat pendek untuk majalah alumni tentang Alumna of the Year (atau semacamnya), seseorang di gereja kami. Dan, saya mungkin berusia 40 tahun sebelum saya mulai berpikir bahwa saya mungkin menikmati menulis dan mulai melakukannya karena saya menyukainya.

Sekitar waktu itu, saya bergabung dengan Minnesota Christian Writers Guild. Pada pertemuan bulanan, bahkan jika pembicara membahas tentang jenis tulisan yang tidak saya minati, bagaimanapun itu tetap merupakan pupuk dan siraman yang baik untuk apa pun yang saya minati.

Carilah organisasi penulis di sekitar Anda. Entah itu kelompok Kristen atau bukan tergantung pada jenis tulisan yang Anda kerjakan. Saat Anda mencari kelompok, ingatlah bahwa ada beberapa hal yang cukup konyol di luar sana (baik Kristen maupun non-Kristen), hal-hal yang tidak akan memajukan pemikiran atau tulisan atau iman Anda dengan baik.

5. Mulailah kelompok penulis.

Kemudian saya mulai bertemu setiap bulan dengan sekelompok kecil calon penulis lainnya. Masing-masing dari kami membawa sesuatu dan kami bergiliran membaca satu sama lain. Kemudian kami saling menyemangati dan memberi saran. Itu sangat membantu. Dan, Anda harus menyadari bahwa itu datang dari saya, yang tidak menerima kritik dengan mudah dan tidak ingin ada yang memberi tahu saya apa yang harus dilakukan.

Kumpulkan kelompok penulis atau calon penulis Anda sendiri. Membutuhkan sesuatu yang baru setiap bulan adalah motivasi yang baik untuk terus menulis.

6. Berpartisipasi dalam acara-acara untuk penulis.

Temukan konferensi yang ingin Anda hadiri. American Christian Writers, misalnya atau Christian Writers Guild. Ini adalah konferensi besar dan akan memberi petunjuk untuk pemula. Lihatlah di sekitar situs web tersebut untuk info bermanfaat lainnya juga. Konferensi tahunan lain yang bagus adalah Write to Publish, selalu berlangsung di Wheaton, meskipun tidak terkait secara resmi dengan perguruan tinggi.

Pemikiran yang sama di sini seperti di atas tentang memutuskan apakah akan pergi ke konferensi Kristen atau lainnya.

7. Tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin Anda katakan dan kepada siapa Anda ingin mengatakannya.

Menulis adalah salah satu cara terbaik (selain berbicara dengan diri sendiri!) untuk mengetahui apa yang sebenarnya Anda pikirkan.

  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Sebelum akhirnya bergerak menuju penerbitan, mungkin yang paling penting adalah menghindari gagasan umum tentang menulis, dan mulai bertanya pada diri sendiri, "Apa yang harus saya katakan? Apa yang ingin saya katakan? Apa beban besar saya yang tidak akan membuat saya puas sampai saya menyelesaikannya di atas kertas? Untuk siapa saya ingin menulis ini?"

Seiring waktu, rasa ini akan tumbuh, mungkin dari buku catatan tulisan acak Anda. Anda akan mulai memperhatikan apa yang membuat sebagian besar kata Anda penting, atau apa yang membangkitkan emosi terkuat dalam diri Anda, atau apa yang telah Anda pelajari saat Anda menulis. Menulis adalah salah satu cara terbaik (selain berbicara dengan diri sendiri!) untuk mengetahui apa yang sebenarnya Anda pikirkan. Anda menyadari betapa belum selesainya pikiran Anda ketika Anda mencoba mengeluarkannya dari kepala Anda dan menjadi sesuatu yang meyakinkan di atas kertas.

Teruslah belajar!

Sebenarnya, apa yang kita bicarakan di sini adalah melanjutkan pendidikan. Saya terkejut menemukan bahwa pendidikan saya tidak selesai ketika saya selesai kuliah. Saya menyadari sekarang bahwa saya belajar untuk belajar di sekolah. Dan, saya mendapatkan pendidikan saya yang sebenarnya sejak saat itu.

Jadi, jika Anda ingin berkembang dalam menulis, itu berarti Anda ingin melanjutkan pendidikan dalam menulis, dan itu berarti MENULISLAH! (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : https://www.desiringgod.org/articles/so-you-want-to-be-a-writer
Judul asli artikel : So You Want to Be a Writer?
Penulis artikel : Noel Piper

Komentar